Selasa, 16 November 2010

color bursts


sorry for i have a lot of colors in my life,
maybe it causes jealousy
but i have no intention to worry about something that i will never notice for the rest of my life...
I don't mean to be rude but we have to have principal of life,
serve yourself first to get what you deserve!!
I live for the past,
I live for the present,
I live for the future,
I live for my memories,
I live for my everyday,
I live for my dreams,
I live for my destiny,
I live for my sins,
I live for my everything!
I got to go or stayed forever...
but unfortunately i choose to move on and face it bravely!!

lihat si kumbang...


itu lihat banyak kumbang disana, tapi sayang ketika aku mendekat tak satupun tampak bahagia.
dengan tarian yang begitu indah dan juga sayap sayap yang berkilauan, kenapa mereka muram?
kehilangan kah??
atau menunggu kehilangan??
apapun alasan mereka, tak sepantasnya mereka tak bahagia dengan gemerlap yang gegap gempita.
apalagi yang dicari diantara gelimang kelebihan??
apa kelebihan itu yang membuat mereka selalu merasa kurang dengan yang mampu dimiliki??
apa aku harus membelikannya ribuan kaca supaya mereka bisa bercermin dan mensyukuri miliknya??
ahhhh...ya sudah aku tak mau mencampurinya biar mereka menyadari dengan waktu yang tak berbatas.
bukan aku keji dan tak bisa menempatkan diri, aku hanya tak mau jadi seperti mereka, karena apa yang aku mampu miliki saat ini adalah yang harus aku syukuri, Sang Khalik tak akan pernah memberikan sesuatu yang tidak tepat untuk kita, dan Dia juga tak akan pernah salah mencari waktu yang baik untuk memberikan kebahagiaan pada apa yang sudah Beliau ciptakan dengan penuh pengharapan akan kebaikan!

kebodohan yang menjengkelkan!!

yah inilah kebodohan jari jari saya hari ini...dengan sangat suksesnya menghilangkan jejak postingan blog yang saya tulis dan sudah kira kira menghabiskan seperempat jiwa pembuatnya...brengsek, mana pisau dan parang yang sepertinya cukup menjanjikan untuk menghentikan sebuah kebodohan tapi luar biasa membuat muak!!!

Sabtu, 25 September 2010

perihal hidup yang mulai lengah

memandang jauh kedepan memang menyenangkan,
tak peduli sekarang sedang menginjak bara yang cukup membuat telapak kaki melepuh...
yang aku tahu disitulah aku menggantungkan diriku,
memang terkadang tangan merasa lelah kalau harus bergelantungan seperti primata,
tapi kalaupun harus menjatuhkan diri itu sangat tidak bijaksana dan sangat bertentangan dengan semua prinsip yang aku anut selama ini...
tidak!!!
tidak akan sedikitpun prinsip yang sudah kubangun selama hidupku kuhancurkan sendiri
hanya karena terlena dengan rasa lelah...
ayoooo semangat hei gadis lemah!!!
aku tahu aku punya kemampuan lebih dari ini,
lebih dari yang orang sangkakan akan diriku...
bukan dunia yang akan menaklukanku tapi aku yang akan menaklukan dunia...
apa yang sudah kugenggam tidak akan kulepas demi alasan apapun...

Kamis, 09 September 2010

a lover from the third balcony part 2


jadi...ketika mengingat kembali tentang kekasih di balkon ke 3, memang begitu menyakitkan tetapi dalam tempo yang sudah terlewati semacam ada cemburu dan haru dan tentu cinta yang kami sendiripun selalu menutupinya diantara sikap dan cara memperlakukan satu sama lain yang sangat jelas terlihat kalau kami memang saling membutuhkan dan perduli....
seolah olah kami telah mengenal sejak jaman Midas masih begitu gemar mengubah yang disentuhnya menjadi emas...
jika saja aku diberi kesempatan untuk menunjukkan hatiku yang begitu keruh akan kamu, semacam hati yang tak terlalu berbentuk indah seperti karya maestro pemahat kelas wahid yang dimiliki dunia ini, begitu jorok dan kotornya hatiku semua semua adalah tentang kamu dan keangkuhanmu (atau mungkin keangkuhan kita berdua) terhadap perasaan kita...
aaarrrggghhh...semacam ketika mengingat setiap detil yang terjadi membuatku ingin muntah air mata, menjagaimu hingga terang dalam sakitmu, begitu teririsnya mendengar nafasmu yang cukup tersengal akibat tembakau ibuku, menjagai perjalananku menuju peraduan, memanjakan ego anak kecilku yang seperti tidak ingin dilepaskan dari pengawasan malaikat pelindungnya....
itu semua terkadang menimbulkan suatu perasaan aneh yang bisa dibilang rindu akan rapsodi yang kita dengungkan hari kemarin, sesaat segalanya berwarna pastel...

a lover from the third balcony


yah...balkon ke 3,aku tidak tahu ada apa dengan angka yang menurutku spesial ini...memang spesial kalau menurutku, karena sebagaimana kita memperkalikannya kita akan selalu menemui jumlah yang sama, tapi juga bukan berarti aku harus berpapasan terus dengan mu hei 3!! bukan aku menggerutu, tapi memang sekarang balkon itu begitu lengang dan bahkan sunyi...
biasanya balkon ke 3 selalu kita penuhi dengan candaan kita, cerita akan sebuah keluarga yang aku dan kamu sama sama miliki, tentang pesakitan di masa lalu yang di waktu itu telah mencoba kembali menantang dunia dengan kepercayaannya akan mentari yang muncul setelah mendung berkepanjangan...dimana aku menyandarkan bahu dan kau memeluku di balkon ke 3, dan hanya kabut petang yang menyelimuti kita dengan hangatnya...
kelipan merah dicakrawala, siluet pohon banyan yang mengusik takutmu yang tentu saja membuatku tersenyum lugas saat membayangkan begitu gagah sosokmu untuk merasa lemah dan kalah dengan siluet gelap yang wujudnya saja menimbulkan banyak prasangka...
ahahahaaaaa...wahai kekasih di balkon ke 3, semacam aku jadi ingat ketika kita beradu gelak tawa diantara gerah terik matahari dan kita begitu asik bergulat dengan penggorengan dan kerabatnya, sambal favoritmu, dan cerita tentang pedagang cabe di pasar kesukaanmu untuk berbelanja pemanja lidah yang kau begitu terampil untuk mengolahnya...
yang bergelayut dipikirku hanyalah "beruntungnya aku memiliki kekasih dari balkon ke 3 yang HEBAT sepertimu!"
satu hal...merindukanmu memang terkadang begitu membuat ngilu ulu hatiku, tapi aku begitu menggemari sakit itu, sehingga setiap waktu kusempatkan walau hanya beradu senyum manisku denganmu dan sekejap mata kemudian merelakanmu berkelana ke duniamu yang kau begitu mahsyuk juga didalamnya...


Sabtu, 28 Agustus 2010

inilah kita


kemarin kursi itu begitu ramai dengan canda dan tawa kita berdua...dengan cahaya sedikit dibiarkan remang, berbekal kacang beserta kulitnya yang berserakkan...waaah sungguh menyenangkan, bergeletakkan diantara kumbang yang tiba-tiba ikut menyahut bebarengan omelan kita tentang kebahagiaan yang kita genggam hari ini untuk dibagikan kepada anak kecil yang kelak berlarian diberanda rumah kita... :)
aku senang akan keberadaanmu dihariku beberapa waktu ini, yang mungkin kamu tak pernah tahu juga tentang hal sekecil ini...yah karena memang aku tak pandai mengungkapkannya, tapi aku tahu aku mencintaimu dan segala mimpimu, dengan segala cerita tentang masa lalu yang kau bagikan padaku, dengan gaya bicaramu yang selalu membuatku tersenyum dan bahkan tertawa, dengan kebiasaanmu melakukan hal-hal aneh yang selalu kau bilang itu adalah nama tengahmu...owww maaaannn, begitu banyak nama tengahmu sayangku, mungkin kalau kita ke tukang pembuat akte kelahiran atau apapun yang membutuhkan penulisan namamu, pastilah gila orang itu!!hahahahaaaaa... ^^
oke...dan itulah penggalan sebuah epik hari kemarin kita dan langit sore yang begitu berwarna magenta.
dan yang harus kuhadapi beberapa saat mendatang, adalah sebuah komik strip bertema kegiatanku tanpa kamu, mulai dari kembali menyentuh alat berat di tempat aku biasa menghasilkan keringat, membiarkan wajahku dijamah oleh tangan asing yang begitu piawai menyingkirkan oknum jerawat, berkutat dengan buku literatur yang meski enggan aku harus mencintainya dengan sepenuh hati demi ambisi nilai tinggi, berbagi kisah sembari menyajikan lagu tema hati yang mendengarnya...ohh life!!you're supposed to be great in dealing with the time....i'll be missing you dear!!